Thursday, March 21, 2013

Golden Goldie Gold


Don Rosa's Scrooge McDuck
I am Don Rosa's fans
Belajar dari Paman Gober yang suka mengumpulkan koin emas, Berkat nasihat berbagai pihak dan bacaan financial news/blogs di internet, saya mulai senang membeli emas sejak beberapa tahun lalu. Awalnya saya berencana mengambil keuntungan lewat emas. Beli murah, disimpan sampai lama, nanti bisa dijual tinggi. Tetapi kemudian saya belajar dari @mrshananto di Twitter, kalo mau cari untung, borong baju di Mangdu aja terus dijual lagi dengan harga lebih tinggi.

Setelah membeli dan menjual emas (sedikit-sedikit sih) mulai dari harga emas masih IDR300,000 sampai sempat menyentuh IDR550,000 dan sekarang si emas beredar di area IDR500,000, saya belajar bahwa saya menyimpan emas untuk:

  1. Sebagai pelindung nilai. Jadi begini, uang IDR1,500,000 lima tahun yang lalu, tahun ini daya belinya akan menurun karena inflasi. Maka saya melindungi nilai uang tersebut dengan menyulapnya menjadi emas 5gr lima tahun lalu. Tahun ini, 5gr emas tersebut jika saya jual akan menjadi sekitar IDR2,500,000 dan saya telah berhasil melindungi daya belinya daripada jika uang itu hanya tersimpan di tabungan.
  2. Sebagai salah satu cara menabung. Dalam kasus saya, jika ada uang "nganggur" dan tidak cepat-cepat dibelikan emas, maka uang tersebut akan berubah menjadi barang yang lucu-lucu (baca: sepatu, tas, baju, makeup). Lebih baik jadi emas untuk masa depan yang gilang-gemilang, bukan? (By the way, setelah punya banyak tujuan finansial, tidak ada lagi uang "nganggur" dalam hidup saya.)
  3. Untuk mencapai suatu tujuan finansial. Tujuan finansial bisa bermacam-macam, misalnya Dana Pendidikan, Dana Liburan, Dana Darurat, dll. Jika kita punya tujuan yang jelas dan jangka waktunya, maka kita bisa menyimpan emas sedikit demi sedikit dengan lebih fokus.
Beberapa jenis emas yang dapat ditemukan di toko emas:
  1. Emas Logam Mulia (LM) 99.9% dari PT. Antam (ada pecahan 5, 10, 25, 50, 100, 250, 1000 gram)
  2. Emas cetakan 99.9% dari perusahaan-perusahaan selain PT. Antam (UBS, HWT, King Halim, atau dari luar negeri seperti PAMP Suisse)
  3. Emas Olho alias emas 99.5% hasil potongan toko emas - biasanya bentuknya tidak rapi
  4. Emas London alias emas 99.5% hasil cetakan toko emas
Emas LM dari PT. Antam dan perusahaan-perusahaan lain paling banyak diminati karena jual-belinya yang mudah berkat adanya sertifikat. Tapi harap diingat bahwa sertifikat tersebut ada biayanya dan harus dibayar pada saat pembelian. Namun, ketika kita jual kembali ke toko emas, biaya sertifikat tidak diperhitungkan. Hal ini tidak perlu dikhawatirkan jika kita menyimpan dalam jangka waktu yang lama karena harga emas akan naik melebihi biaya beli awal dan sertifikatnya.

Emas Olho dan London juga menjadi favorit banyak orang karena harganya yang lebih rendah dan tanpa sertifikat (meskipun harga jualnya juga di bawah emas logam mulia) dan penjualan kembali biasanya paling mudah dilakukan di toko tempat pembelian emas tersebut.

Sebelum ke toko emas, saya biasa cek harga secara online di beberapa website yang menurut saya harganya paling bersaing: (www.emas24karat.com, www.antamgold.com, www.goldgram.co.id, www.anekalogam.com). Harga emas di Indonesia dikeluarkan setiap harinya sekitar jam 11 siang dan akan berubah-ubah sepanjang hari.

Jangka waktu penyimpanan emas untuk tujuan-tujuan melindungi nilai dan melawan inflasi sebaiknya antara 3-5 tahun, karena jika disimpan di bawah itu, ada kemungkinan harga turun. In the long run, dari sejarah selama ini harga emas naik turun sih. Coba lihat garfik dari Kitco ini (harga dalam USD per troy ounce - hitung sendiri):




Bisa dilihat bahwa jika kita menyimpan selama 5-10 tahun, harga emas memang melambung. Tetapi jika kita menyimpan dalam kurun waktu singkat (lihat grafik 1 Year Gold di atas), ada kemungkinan kita membeli di harga paling tinggi dan tidak bisa menjualnya lagi ketika membutuhkan karena harga emas masih turun dan belum naik kembali.

Please keep in mind bahwa ada banyak cara lain untuk mencapai tujuan finansial: saham, reksadana, deposito, ORI, dll, yang semuanya dapat dipilih berdasarkan tujuan finansial yang spesifik dan jangka waktunya. Dan selalu ingat: don't put your eggs in one basket.

Sebenarnya masih ada satu cara lagi yang saya suka untuk membeli emas. Cara ini sangat berguna jika daya beli kita hanya 1-2 gram setiap bulan, padahal biaya cetak sertifikat LM pecahan kecil mahal dan kita ingin membeli pecahan besar. Jika menunggu dana terkumpul sampai mampu membeli 50 gram misalnya, dikhawatirkan harga sudah naik sebelum kita sanggup membelinya. 

Caranya bukan dengan ke pegadaian (ada bunga), dan bukan dengan mencicil emas (ditawarkan beberapa toko emas, tetapi ada bunga juga). Next time saya share deh.

BEWARE! Sekarang banyak penipuan investasi emas. Udah, jangan tergiur skema profit yang macam-macam. Selalu ingat: high return high risk. Kalo dikasih high return tapi dijanjiin no risk, waspada itu penipuan ya!

Salam emas (halahhhh),
Acne Prone Wife