Posts

Showing posts from October, 2013

Write Down Your Dream (Just Kidding)

Image
Write down your dream and it will happen.

Just kidding.

So six months ago I was thinking of moving out our parents' house, and I wrote it here. Who knows that last month the husband and I actually managed to buy a house--with some financial help from the family--. It is an old house and now we're renovating it.


So I wrote down my dream, and it happened. But I don't think they are cause and effect. I believe we managed to buy the house because God is willing to provide what we need. And because we know we need the house, we have made arrangement and careful budget to make it happen.

The process of finding the house opened our eyes that the search was led by God. We looked at a couple of houses and nearly made the purchase, but something always happened: the buyer of one house decided to cancel the deal, the certificates of another house was troublesome, etc. I almost gave up. But now when I look back, God "sabotaged" those houses because He had something better pr…

Toko Abeng yang keramat

Image
Ini ceritanya Juni 2012. Tahun lalu, saat kami masih terdampar di Dubai. Hari itu kami ke daerah Al Karama dekat Bur Dubai, dan suami mengajak saya jalan-jalan ke salah satu tempat paling keramat untuk warga perantau dari Indonesia: Toko Abeng!

Selama berbulan-bulan tinggal di Dubai, saya hanya mendengar gosip-gosip tentang Toko Abeng dari percakapan seperti ini:

Ibu 1: Eh gula merah datang loh di Toko Abeng!
Ibu 2: Oh yaaaa, ayo buruan kita ke sana sebelum kehabisan. Dan memang, jika tidak cepat-cepat, kami harus menunggu lama sebelum gula merah datang lagi di toko keramat ini.

Sebelum benar-benar datang ke Toko Abeng, saya membayangkan toko tersebut besar seperti supermarket. Bayangan saya salah.

Bisa dilihat barang-barang dagangan utama ada berdus-dus adalah Indomie (mie favorit di Dubai. Di supermarket saya sering lihat Indomie diborong orang-orang Emirati, Arab, India, dll), sambal botol (how can we Indonesians live without sambal botol, right?), Sosro (stok banyak!), dan pernak-…

Yen Berkisah: Kampungku Berau

Image
Namaku Yen. Kampung halamanku di Kabupaten Berau, tepatnya di ibu kotanya: Tanjung Redeb, yang mungkin saat itu belum pantas disebut kota karena begitu kecilnya. Semua orang Berau saling mengenal berkat ukurannya yang mini dan suasana kampung yang akrab. Kami juga punya Sultan. Kapan-kapan aku akan ceritakan mengenai Sultan dan Pangeran dan Putri di Berau.


Beberapa langkah dari rumahku ada sungai deras mengalir, bersih dan jernih seperti semua sungai di Kalimantan saat pulau besar ini masih pantas disebut paru-paru dunia. Kami anak-anak kecil suka berenang di sana, yang perempuan dengan baju lengkap dan rok lebar yang berfungsi sebagai semi-pelampung. Maklum, mana ada baju renang saat itu. Baju kami saja adalah jahitan Mama sendiri, satu atau dua baju untuk dipakai setahun. Gaya renang kami? Gaya suka-suka dan siap kabur dari sungai jika terlihat ada buaya hendak melintas.

Sungai deras mengalir. Dekat hutan paru-paru dunia. Mungkin kamu bayangkan betapa nyamannya kampung halamanku. Ja…