Yen Berkisah: Kampungku Berau
Namaku Yen. Kampung halamanku di Kabupaten Berau, tepatnya di ibu kotanya: Tanjung Redeb, yang mungkin saat itu belum pantas disebut kota karena begitu kecilnya. Semua orang Berau saling mengenal berkat ukurannya yang mini dan suasana kampung yang akrab. Kami juga punya Sultan. Kapan-kapan aku akan ceritakan mengenai Sultan dan Pangeran dan Putri di Berau. Huruf A itu Berau. Dekat hidungnya Om Kalimantan. Diklik aja gambarnya supaya besar. Gambar dari Google Maps. Beberapa langkah dari rumahku ada sungai deras mengalir, bersih dan jernih seperti semua sungai di Kalimantan saat pulau besar ini masih pantas disebut paru-paru dunia. Kami anak-anak kecil suka berenang di sana, yang perempuan dengan baju lengkap dan rok lebar yang berfungsi sebagai semi-pelampung. Maklum, mana ada baju renang saat itu. Baju kami saja adalah jahitan Mama sendiri, satu atau dua baju untuk dipakai setahun. Gaya renang kami? Gaya suka-suka dan siap kabur dari sungai jika terlihat ada buaya hendak melin...