Monday, October 27, 2014

Product Review: Bio-Oil

Salah satu hal yang pasti dipikirkan oleh ibu-ibu hamil adalah: bagaimana cara mencegah stretch marks? Sudah bukan rumor lagi bahwa dalam proses hamil dan melahirkan, tubuh wanita akan berubah: membesar, kulitnya menggelambir, keluar garis-garis macan (baca: stretch mark) di perut, paha, pantat, payudara, pokoknya bisa langsung ikut pesta Halloween deh.

Jadi apa sebenarnya stretch mark itu?

Saya suka deskripsi sederhana dari webmd ini:
Stretch marks happen when your body grows faster than your skin can keep up with. This causes the elastic fibers just under the surface of the skin to break, resulting in stretch marks.
Jika kita google how to get rid of stretch marks, banyak sekali cara dan produk yang tersebar di Internet. Tapi jujur, saya belum menemukan satupun testimony jujur yang bisa saya percaya mengenai keberhasilan mengubah kulit lorek macan kembali ke kulit manusia.

Apalagi webmd juga memberi peringatan kejam ini:
Unfortunately, there’s no way to prevent stretch marks. There’s not a cream, lotion, or “mommy” balm that can do that -- and if that’s the claim on the bottle, don’t be fooled.
Kejam nian bukan? Tapi, wth, masa sih saya sebagai wanita kemayu ini ngga berusaha mencegah stretch marks? Meskipun tidak bisa menghilangkan stretch marks yang sudah ada, paling tidak saya berusaha mencegahnya kan? Dan setelah membuang-buang waktu untuk browsing dengan tekun, saya memutuskan untuk mencegah si lorek putih ini dengan Bio-Oil yang sudah nge-hip dan nge-hype.

Bio-Oil 120 ml

Karena harga PO (pre-order) di olshop-olshop yang cukup mahal yaitu IDR 190,000 untuk 60 ml, maka saya berinisiatif beli sendiri dari US, langsung beli tiga yang @120 ml supaya menghemat ongkir. Saya hanya pakai 1 sih, yang 2 lagi ada temen yang (untungnya) mau. Sayangnya harga yang saya bayar akhirnya tidak jauh beda dengan harga PO di olshop, gara-gara pengiriman dilakukan dengan FedEx dan terkena pajak. (Cerita soal FedEx kapan-kapan deh).

Kalo kata website-nya, bahan utamanya dia adalah PurCellin Oil™ (whatever that is), (yang lucunya tidak bisa ditemukan di halaman ingredients-nya). Anyway, gunanya Bio-Oil adalah untuk mengurangi kondisi kulit berikut ini (asal pakenya rajin 2 kali sehari dan minimal 3 bulan, kata webnya yaaaa):
  • Scars
  • Stretch marks
  • Uneven skin tone
  • Aging skin
  • Dehydrated skin


Sekarang waktunya review!

Tekstur: Tidak terlalu cair, tapi tidak kental juga. Cepat meresap dan tidak terlalu lengket. Suka!

Wangi: Enak menenangkan! Tidak terlalu harum. Saya ngga suka yang harum sangat.

Hemat: Lumayan hemat karena dua kali crot crot ke perut aja sudah bisa untuk seluruh perut. Selanjutnya satu kali crot ke tangan bisa untuk pantat dan sisanya untuk paha. Saya memang tidak suka pakai lotion/cream/oil terlalu banyak sih karena tidak suka lengket-lengket.

Khasiat: Nah, yang ini belum ketahuan. yang pasti, saya mulai pakai Bio-Oil ini sejak bulan kedua kehamilan, sekarang saya ada di bulan ketujuh (30 minggu) dan belum muncul satu stretch marks pun. Tapi kan memang stretch marks  munculnya di bulan 8 atau 9, atau bahkan baru terlihat setelah melahirkan, setelah perut agak mengempis.

Repurchase? No, karena duileh sebotol 120 ml itu ternyata banyak amir... Saya sudah pakai selama hampir setengah tahun dan baru berkurang seginih:

Sisa seginih bisa saya buat apa enaknya ya...

Recommended? So far sih iya.

Nah, bagaimana nanti seandainya sudah melakukan pencegahan seperti ini tetapi nanti tetap ada stretch marks? I'LL BE PROUD OF THEM :) Bagaimanapun juga, itu kan tanda-tandi di kulit yang terjadi karena saya memilih untuk menggembol si buntelan lucu (yang sekarang sepertinya sedang hobi koprol sambil silat di dalam rahim). Garis-garis itu akan jadi tanda cinta kami!

Di internet banyak juga blog, instagram, dan artikel yang berisi encouragement buat para wanita untuk bangga terhadap stretch marks. I particularly like this one on instagram: http://instagram.com/loveyourlines



Terakhir, akan saya beri tahu rahasia besar jika kalian masih mau beli Bio-Oil: Guardian sekarang jual Bio-Oil dan jualnya oh, so cheap! Behold:

Hanya Rp 120.000 untuk kemasan 60 ml!!
So, how about you? Ada tips mencegah stretch marks? Ada pendapat soal stretch marks? Ada review soal Bio-Oil? Monggo komentar di blog ini ya.


Thursday, October 9, 2014

#golkusederhana

Apa tujuan hidupmu?

Ini mungkin adalah salah satu pertanyaan paling filosofis yang ada. Jawabannya pun bisa cukup klise seperti "ingin bahagia" atau cukup agamawi seperti "ingin hidup memuliakan Tuhan."

Not that they are wrong answers. Punya tujuan hidup sangat penting, seperti wejangan si bijak Chesire Cat ketika ngobrol dengan Alice di dunia gila mereka:



Masalahnya biasanya kita hanya punya tujuan hidup yang muluk tanpa memikirkan harus lewat jalan yang mana untuk bisa berjalan ke sana. Lalu tujuan hidup itu pun terbengkalai karena kita letakkan di awan-awan, sementara kita hanya berjalan-jalan di bumi. Ngga akan nyampe-nyampe dong,

Lalu bagaimana?

Saya berusaha memecahkan masalah ini dengan mem-break down tujuan hidup muluk saya menjadi beberapa tujuan hidup jangka panjang, yang lalu saya break down lagi menjadi tujuan hidup jangka pendek.

Setelah punya tujuan hidup jangka pendek, ternyata jadi lebih mudah untuk melihat jalan-jalan yang harus dilewati untuk sampai ke sana. Supaya konsisten terus berjalan, saya membuat proyek kecil untuk diri saya sendiri, yang saya beri judul #golkusederhana.

#golkusederhana ini adalah rutinitas yang harus saya taati sampai menjadi kebiasaan yang baik. After all, I believe that habits become you. Dan saya benar-benar mulai dari hal yang sangat sederhana:

#golkusederhana: TIDAK TELAT MASUK KANTOR. 


Ini adalah bagian dari tujuan hidup jangka pendek saya: hidup dengan lebih teratur dan disiplin. Saya bukannya selalu terlambat ke kantor, tetapi selalu saja ada hari-hari dalam seminggu ketika saya menempelkan jari telunjuk ke mesin fingerprint, mesin itu mengejek saya dengan memamerkan angka 07:01 atau 07:02. (Yes, my office starts at 7, people!)

Lucu sekali, hanya dengan membuat proyek kecil ini, saya sangat terpacu untuk bangun lebih pagi, dan dengan bangga saya umumkan, sejak dimulai:

oalah typo ternyata haha...

saya hanya gagal di 3 hari pertama dan gagal di 2-3 hari karena keadaan darurat (seperti telat bangun, hp hang sehingga alarm tidak berbunyi, mules di pagi hari) selama hampir sebulan ini! Yayness!

Jadi, berikut ada beberapa tips untuk memiliki gol dan actually melakukannya:
  1. Bikin gol yang specific dan attainable.
  2. Tuliskan gol ini somewhere, preferably at social media supaya terasa ada tanggung jawab publik getoh. (Padahal ga ada juga yang baca tweet saya hoahahaha)
  3. Yakinkan diri bahwa punya gol itu sangat bermanfaat dan memberi kita rasa puas tersendiri ketika kita berhasil!
Jadi, siapa yang mau ikut punya #golkusederhana?


Disclaimer: Oh well, meskipun sudah menulis panjang lebar tentang tujuan hidup dan gol, saya belajar untuk selalu siap dikejutkan oleh kehidupan. Yang berarti tujuan hidup rancangan saya bisa menjadi berantakan, dan saya harus menata ulang semuanya lagi. Anyway, that's what gets life exciting, right? ^__^