Friday, October 11, 2013

Write Down Your Dream (Just Kidding)

Write down your dream and it will happen.

Just kidding.

So six months ago I was thinking of moving out our parents' house, and I wrote it here. Who knows that last month the husband and I actually managed to buy a house--with some financial help from the family--. It is an old house and now we're renovating it.

Tadaaaa

So I wrote down my dream, and it happened. But I don't think they are cause and effect. I believe we managed to buy the house because God is willing to provide what we need. And because we know we need the house, we have made arrangement and careful budget to make it happen.

The process of finding the house opened our eyes that the search was led by God. We looked at a couple of houses and nearly made the purchase, but something always happened: the buyer of one house decided to cancel the deal, the certificates of another house was troublesome, etc. I almost gave up. But now when I look back, God "sabotaged" those houses because He had something better prepared for us.

There is nothing but gratitude in our hearts now. And we can't wait for the renovation to finish and actually move into that tiny beloved home.

Don't write your dream thinking that it will happen. Instead, commit your plans to the Lord, and figure out what He has in mind for you.

******

By the way, we are now debtors to a local bank, for 15 years. Oh yeah.

Tuesday, October 8, 2013

Toko Abeng yang keramat

Ini ceritanya Juni 2012. Tahun lalu, saat kami masih terdampar di Dubai. Hari itu kami ke daerah Al Karama dekat Bur Dubai, dan suami mengajak saya jalan-jalan ke salah satu tempat paling keramat untuk warga perantau dari Indonesia: Toko Abeng!

Selama berbulan-bulan tinggal di Dubai, saya hanya mendengar gosip-gosip tentang Toko Abeng dari percakapan seperti ini:

Ibu 1: Eh gula merah datang loh di Toko Abeng!
Ibu 2: Oh yaaaa, ayo buruan kita ke sana sebelum kehabisan.
Dan memang, jika tidak cepat-cepat, kami harus menunggu lama sebelum gula merah datang lagi di toko keramat ini.

Sebelum benar-benar datang ke Toko Abeng, saya membayangkan toko tersebut besar seperti supermarket. Bayangan saya salah.

Ternyata tokonya seuprit
Bisa dilihat barang-barang dagangan utama ada berdus-dus adalah Indomie (mie favorit di Dubai. Di supermarket saya sering lihat Indomie diborong orang-orang Emirati, Arab, India, dll), sambal botol (how can we Indonesians live without sambal botol, right?), Sosro (stok banyak!), dan pernak-pernik makanan dan bumbu dapur lainnya.

But the highlight of the day was this. I just have to take a picture of it:
 
MISTERI. Bikin Toko Abeng makin keramat aja.
Dan semua warga perantau Indonesia di Dubai pun bisa tetap update akan perjalanan mistis artis-artis Indonesia. Berkat Toko Abeng!

Jika pembaca butuh informasi tentang belanja bumbu dapur Indonesia di kota-kota lain di United Arab Emirates bisa klik di sini.

 

Thursday, October 3, 2013

Yen Berkisah: Kampungku Berau

Namaku Yen. Kampung halamanku di Kabupaten Berau, tepatnya di ibu kotanya: Tanjung Redeb, yang mungkin saat itu belum pantas disebut kota karena begitu kecilnya. Semua orang Berau saling mengenal berkat ukurannya yang mini dan suasana kampung yang akrab. Kami juga punya Sultan. Kapan-kapan aku akan ceritakan mengenai Sultan dan Pangeran dan Putri di Berau.

Huruf A itu Berau. Dekat hidungnya Om Kalimantan.
Diklik aja gambarnya supaya besar.
Gambar dari Google Maps.

Beberapa langkah dari rumahku ada sungai deras mengalir, bersih dan jernih seperti semua sungai di Kalimantan saat pulau besar ini masih pantas disebut paru-paru dunia. Kami anak-anak kecil suka berenang di sana, yang perempuan dengan baju lengkap dan rok lebar yang berfungsi sebagai semi-pelampung. Maklum, mana ada baju renang saat itu. Baju kami saja adalah jahitan Mama sendiri, satu atau dua baju untuk dipakai setahun. Gaya renang kami? Gaya suka-suka dan siap kabur dari sungai jika terlihat ada buaya hendak melintas.

Sungai deras mengalir. Dekat hutan paru-paru dunia. Mungkin kamu bayangkan betapa nyamannya kampung halamanku. Jangan lupa, kampungku di dekat khatulistiwa. Panas menyengat sepanjang siang. Makanya kami suka berenang. Meskipun ada buaya.

Aku lahir tahun 1951 di Berau. Anak keempat dari sembilan bersaudara. Indonesia belum lama merdeka. Tapi aku tidak begitu mengerti artinya. Cuma dari cerita-cerita Papa dan Mama aku tahu kejamnya Jepang dan betapa senangnya semua orang ketika Jepang diusir. Betapa semua orang memuja Soekarno. Meskipun tidak lama kemudian giliran kami orang Tionghoa yang mengalami kesulitan.

Rumah kami bentuknya rumah panggung. Di bawah rumah kami memelihara banyak ayam dan bebek. Betapa tidak higienisnya kehidupan kami dulu, tinggal di atas kerumunan ayam dan bebek. Anehnya kami  sehat. Orang-orang tua mati dengan tenang, dengan tiba-tiba, tanpa harus merana di ranjang rumah sakit seperti sekarang. Orang-orang muda mati kecelakaan saat disergap buaya atau saat melaut. Mungkin karena kehidupan kami dulu alami dan sehat? Itu kata orang. Tapi aku curiga dulu orang tiba-tiba mati karena tidak tahu dan tidak mengobati penyakitnya, karena dulu ilmu kedokteran belum maju.

Kami juga punya lusinan kucing dan burung dara. Sekarang orang takut pelihara kucing karena takut tidak bisa hamil atau terjangkit virus tokso. Heran sekali dulu kucing-kucing kami, yang tentu saja tidak pernah divaksinasi, tidak pernah menghambat kehamilan. Para wanita di keluarga kami lancar sekali melahirkan anak-anak yang sehat. Mungkin di Kalimantan tidak ada virus tokso. Mungkin.

Sudah aku bilang namaku Yen? Ijinkan sedikit demi sedikit kutuliskan ingatanku akan hidupku, dan pengamatanku akan hidup sebagai keturunan perantau di negeri orang, yang sudah kuadopsi menjadi negeriku. Atau negeri ini yang mengadopsiku? Ya. Mungkin.

Catatan penulis:
Yen Berkisah didasarkan pada kehidupan nyata.

Wednesday, July 31, 2013

I Worry

I worry.

Worry is your heart goes boom boom boom because you are uncertain of things. It makes you want to take a peek into the future, so that you can anticipate things. Or curse things.

Your prayer is a prayer of worry and requests as if you don't believe that everything He plans is good. You pray to ask for things, and you forget to listen to Him.

Worry is not trusting. You know the Lord holds your future and that future is according to His good, but you just cannot wait. You just do not trust Him.

Worry is being attached to things. You cannot say "I have nothing to lose." Because you have many things.

I worry.

And He told me what to do, that I should learn to let go. It is not easy. But he made it easy, somehow, when my hard disk crashed. Goodbye One Piece, Batman, Naruto, Fairy Tail, and tons of movies. And when I didn't get the house(s) that I wanted, over and over. He said that he had something better in store for me. Warning: "better" for Him might mean no house, or more hard disks crashing.

When I am constantly being reminded that I have nothing, I learn to let go.

I learn to let go.

I wish someday I could let go of things as easy as letting go doves and balloons.

--Fanni Leets--
#day 3 of 36 random writing challenge

Monday, July 29, 2013

Let's Continue Serving Alcohol!

Dato Sri Idris Jala, currently a minister in Malaysian government, shared this story in Eagles Leadership Conference. It was such a privilege to attend that conference, btw, considering that I am no leader. Anyway, Dato Sri Idris Jala was elected the CEO of Malaysian Airlines at that time. In the introduction of the new CEO, one of his staff asked this difficult question. Please keep in mind that almost all the crews of Malaysian Airlines are Moslem, while Dato Sri Idris Jala is not. So they kinda wanted to test him.
Staff: Almost all of us are Moslems. Malaysia is an Islam country. Why do we serve alcohol in our flight? I do not want a political answer. I do not want a business answer. I want a religious answer. 
Idris Jala: Before answering your question, I have two questions for you. First: Is God all-powerful? 
Staff: Yes, he is. He is all-powerful. 
Idris Jala: Second: Is God holy? Does he hate sins? 
Staff: Yes, he is holy. He hates sins. 
Idris Jala: So why do you think an all-powerful and holy God let alcohol exist in this world? Because His nature is also justice. He lets people choose between to sin and not to sin. That is also what we do. As the people of God, He is our example. 
Later that day, the staff that asked the question looked for Dato Sri Idris Jala to say: "Dato, that is a very good answer. Let's continue serving alcohol!"
Dato Sri Idris Jala, Dr Chatree Duangnet, Dr John Ng, and Dr Gabriel Cámara answering questions from delegates in Leadership Dialogue 1: Transforming People And Organization

I am, too, impressed by Dato Sri Idris Jala's answer. I can see that he has a holistic approach in living in this world. For him, there is no dichotomy of the sacred and the world. There are still lots of great insights from him, and from other great speakers in the conference. That's why you have to consider going into Eagles Leadership Conference 2015. :)

--Fanni Leets--
#day 2 of 36 random writing challenge

Saturday, July 27, 2013

Thesis Statement

For the past half an hour I've been typing and deleting words in this post. I wrote about how I don't get the hang of the too-overused jargon "be positive" and "positive thinking," about the uncle taxi driver that was so nice yesterday, about a spoiled brat that I know and how I'm trying not to be one. But it all went only for one paragraph. And I don't know what to write next. Hence the deletion.

Why am I doing this? Remind me.

O, I remember. Brilliant Yotenega wrote this invitation of random writing for 36 days on this post on FB. Everyone is welcomed.

It's embarrassing, but lately my posts are the posts that I submitted for contest. Forgive me for I've succumbed that low. So in this post let me analyze myself of why I don't write as much as I want to.

I guess my problem is that I love thesis statement very much. I stuck at one paragraph and cannot move on to the other because I just find no concept to write. (Not that if I do write one finished post it will have a strong concept). A concept, defined in a thesis statement, helps to elaborate writing. It gives me focus on what I want to write.

Now I sound like a teacher trying to shove in how to write an essay for my students. Pardon me.

It is not that I don't have concept or focus that I want to write. Everyday ideas are all around, and sometimes those ideas knock on my head and I give them permission to enter. The problem is that I don't immediately write them down somewhere, and they're gone. Ideas are peculiar. If we don't hold on to them (as in write them down), they just decide to leave us. Weird, it's as if they're alive. I have to learn from my ultimate favorite writer of all time, Roald Dahl, who wrote his ideas immediately when they come.

Psst, go check out this for writing tips by Roald Dahl: http://www.copyblogger.com/roald-dahl-content-creation/, which are basically these:
  1. Capture every idea (in a notebook, or mobile devices to make it time-relevant)
  2. Create a place to work
  3. Create a routine
  4. and bla bla bla until number 6
One of most favorite pages from Roald Dahl and the brilliant illustrator, Quentin Blake.
This is an excerpt from The Twits. A must read.

Well, see you in the next thirty something days until the end of August.

--Fanni Leets--
#day 1 of 36 random writing challenge

Thursday, July 11, 2013

Managing My Daily Budget

Let me be honest. Being married is a whole lot more difficult than being single, at least for me. Life as my single self knew has ended. There are so many things to think about now: thinking of how meals can appear three times a day at our dining table, thinking of how our little crib in the in-laws' house can be kept clean and decent, thinking how to save money for future: we dream of our own little house, our future children's education, and our pension plan.

That's why I started to find solace in snooping on other women's sharing on forums and blogs. It's easier to see how other women/people cope with life than having to figure everything out by myself from scratch. One thing that concerns me the most is our finance. My husband and I are both employees with limited salary, and I thought our limited salary can bring us anywhere, but I was wrong. Thanks to financial planners’ blogs, newsletters and twitters, I found out I can do something.

A few months ago my brother introduced me to www.LiveOlive.com (I don’t remember why, I think it’s one of her friends works there or something) and I found it interesting because the articles there are suitable for women and people who just start to have financial awareness, like me!. 

Here is how I basically manage our monthly salary, after setting aside tithing: 

Picture is from here
  1. The first thing to do is to INVEST first. I invest my money in Reksadana and sometimes gold. Beware: Before you invest, take time to really read and learn first about investment. It is worth it. LiveOlive is a good place to start learning about money management and investment. Read this link and tell me you’re not intriqued to invest! 4 Alasan Mengapa Wanita Sebaiknya Berinvestasi
  2. Then, I put aside money to build my Dana Darurat. My mistake was putting money in investments and not building Dana Darurat, because I thought money in Dana Darurat will not grow. Oh, how I wish I knew how important Dana Darurat is. Now that I need to pay for my first house’s down payment, I cannot sell my Reksadana and gold because their prices are decreasing so low these days. If only I had Dana Darurat, things will be easier. Read about the importance of Dana Darurat here.
  3. After feeling secure because all the savings and investments have been set aside, I plan my expense based on budget. I have both weekly expense budget and monthly expense budget. You can take a peek at what expense budget you should have here. They even have a Budgeting Tool! This makes it so much easier to spend money everyday.
Well, ladies, if you want to have your finance prepared for the future while still living a good life now, what are you waiting for? You just need to plan it, and LiveOlive can be your partner.

You can ”Like” their Facebook Fanpage https://www.facebook.com/MyLiveOlive, or you can “Follow” their tweets: https://twitter.com/MyLiveOlive. If you have Google+, “Follow” them here: https://plus.google.com/b/109724956281090737591. And they have a YouTube Channel! http://www.youtube.com/user/MyLiveOlive


Monday, April 22, 2013

Gig Review: Eva De Roovere!

The husband went to a gig with me and enjoyed it! That's something because he usually gets bored whenever I drag him to a music--mostly classical--concert.

This one we went to last week was a gig performed by Eva De Roovere and Marc De Maeseneer, held by Yayasan Caraka Mulia, a center for Indonesian-Netherlands culture and language based in Surabaya. They are Belgian and the songs were in Dutch.

Eva on Wikipedia: http://nl.wikipedia.org/wiki/Eva_De_Roovere

Before the gig, a Dutch guy from Yayasan Caraka Mulia creatively taught us a little bit of Dutch. Pretty interesting and we learned some Dutch words. By the way, all of the show was in Dutch. We didn't understand a thing :D

The gig was quite entertaining. Eva was on vocal, guitar, keyboard, and sometimes harmonica and some percussion. The songs, written by Eva, reminded me of Jewel Kilcher. I never had a lot of exposure to European pop music, so if I have to associate Eva's songs with what I've heard, I would say that they are country-ish. The chords were simple and easy-listening, the melody were not complicated, but I cannot say there were not beautiful.

The best thing that made us enjoy the gig so much was probably the artists' enjoyment. It was so obvious that they enjoyed their music so much. They were interactive, asking us to sing along and to dance along (though no one danced haha). Marc's saxophone spoke very passionately and his mini xylophone was so cute!

Overall, I really enjoyed this free (yes, it's free!) gig a lot, and would LOVE to drag my husband to come to another Yayasan Caraka Mulia's gig.

Note:
By they way, later I found out that they were husband and wife. No wonder they were in such sync!


Wednesday, April 3, 2013

Thinking of moving out

For the past few months, my husband and I have been thinking of moving out of our parents' houses to our own place. We remember how fun it was when we were living at that small apartment. Just the two of us. We would be so happy, not that we are unhappy now, but I just know that it would be so exciting!

House of Love. LOL.
Picture is from here

However, I started to do the math of living on our own, and boy it is not simple. Living on our own means a lot of expenses on our own. These are some that I can think of:

  1. Monthly rent or mortgage
  2. New furniture, if needed 
  3. Water, electricity, gas bills
  4. Grocery shopping
Only four but I believe the amount of money involved is not small, and the list can go on and on, especially if someday we have a child of our own.

Scary. But I believe moving to our own place is an essential step for our little family. Let's hope this year there'll be a way to start it.

Thursday, March 21, 2013

Golden Goldie Gold


Don Rosa's Scrooge McDuck
I am Don Rosa's fans
Belajar dari Paman Gober yang suka mengumpulkan koin emas, Berkat nasihat berbagai pihak dan bacaan financial news/blogs di internet, saya mulai senang membeli emas sejak beberapa tahun lalu. Awalnya saya berencana mengambil keuntungan lewat emas. Beli murah, disimpan sampai lama, nanti bisa dijual tinggi. Tetapi kemudian saya belajar dari @mrshananto di Twitter, kalo mau cari untung, borong baju di Mangdu aja terus dijual lagi dengan harga lebih tinggi.

Setelah membeli dan menjual emas (sedikit-sedikit sih) mulai dari harga emas masih IDR300,000 sampai sempat menyentuh IDR550,000 dan sekarang si emas beredar di area IDR500,000, saya belajar bahwa saya menyimpan emas untuk:

  1. Sebagai pelindung nilai. Jadi begini, uang IDR1,500,000 lima tahun yang lalu, tahun ini daya belinya akan menurun karena inflasi. Maka saya melindungi nilai uang tersebut dengan menyulapnya menjadi emas 5gr lima tahun lalu. Tahun ini, 5gr emas tersebut jika saya jual akan menjadi sekitar IDR2,500,000 dan saya telah berhasil melindungi daya belinya daripada jika uang itu hanya tersimpan di tabungan.
  2. Sebagai salah satu cara menabung. Dalam kasus saya, jika ada uang "nganggur" dan tidak cepat-cepat dibelikan emas, maka uang tersebut akan berubah menjadi barang yang lucu-lucu (baca: sepatu, tas, baju, makeup). Lebih baik jadi emas untuk masa depan yang gilang-gemilang, bukan? (By the way, setelah punya banyak tujuan finansial, tidak ada lagi uang "nganggur" dalam hidup saya.)
  3. Untuk mencapai suatu tujuan finansial. Tujuan finansial bisa bermacam-macam, misalnya Dana Pendidikan, Dana Liburan, Dana Darurat, dll. Jika kita punya tujuan yang jelas dan jangka waktunya, maka kita bisa menyimpan emas sedikit demi sedikit dengan lebih fokus.
Beberapa jenis emas yang dapat ditemukan di toko emas:
  1. Emas Logam Mulia (LM) 99.9% dari PT. Antam (ada pecahan 5, 10, 25, 50, 100, 250, 1000 gram)
  2. Emas cetakan 99.9% dari perusahaan-perusahaan selain PT. Antam (UBS, HWT, King Halim, atau dari luar negeri seperti PAMP Suisse)
  3. Emas Olho alias emas 99.5% hasil potongan toko emas - biasanya bentuknya tidak rapi
  4. Emas London alias emas 99.5% hasil cetakan toko emas
Emas LM dari PT. Antam dan perusahaan-perusahaan lain paling banyak diminati karena jual-belinya yang mudah berkat adanya sertifikat. Tapi harap diingat bahwa sertifikat tersebut ada biayanya dan harus dibayar pada saat pembelian. Namun, ketika kita jual kembali ke toko emas, biaya sertifikat tidak diperhitungkan. Hal ini tidak perlu dikhawatirkan jika kita menyimpan dalam jangka waktu yang lama karena harga emas akan naik melebihi biaya beli awal dan sertifikatnya.

Emas Olho dan London juga menjadi favorit banyak orang karena harganya yang lebih rendah dan tanpa sertifikat (meskipun harga jualnya juga di bawah emas logam mulia) dan penjualan kembali biasanya paling mudah dilakukan di toko tempat pembelian emas tersebut.

Sebelum ke toko emas, saya biasa cek harga secara online di beberapa website yang menurut saya harganya paling bersaing: (www.emas24karat.com, www.antamgold.com, www.goldgram.co.id, www.anekalogam.com). Harga emas di Indonesia dikeluarkan setiap harinya sekitar jam 11 siang dan akan berubah-ubah sepanjang hari.

Jangka waktu penyimpanan emas untuk tujuan-tujuan melindungi nilai dan melawan inflasi sebaiknya antara 3-5 tahun, karena jika disimpan di bawah itu, ada kemungkinan harga turun. In the long run, dari sejarah selama ini harga emas naik turun sih. Coba lihat garfik dari Kitco ini (harga dalam USD per troy ounce - hitung sendiri):




Bisa dilihat bahwa jika kita menyimpan selama 5-10 tahun, harga emas memang melambung. Tetapi jika kita menyimpan dalam kurun waktu singkat (lihat grafik 1 Year Gold di atas), ada kemungkinan kita membeli di harga paling tinggi dan tidak bisa menjualnya lagi ketika membutuhkan karena harga emas masih turun dan belum naik kembali.

Please keep in mind bahwa ada banyak cara lain untuk mencapai tujuan finansial: saham, reksadana, deposito, ORI, dll, yang semuanya dapat dipilih berdasarkan tujuan finansial yang spesifik dan jangka waktunya. Dan selalu ingat: don't put your eggs in one basket.

Sebenarnya masih ada satu cara lagi yang saya suka untuk membeli emas. Cara ini sangat berguna jika daya beli kita hanya 1-2 gram setiap bulan, padahal biaya cetak sertifikat LM pecahan kecil mahal dan kita ingin membeli pecahan besar. Jika menunggu dana terkumpul sampai mampu membeli 50 gram misalnya, dikhawatirkan harga sudah naik sebelum kita sanggup membelinya. 

Caranya bukan dengan ke pegadaian (ada bunga), dan bukan dengan mencicil emas (ditawarkan beberapa toko emas, tetapi ada bunga juga). Next time saya share deh.

BEWARE! Sekarang banyak penipuan investasi emas. Udah, jangan tergiur skema profit yang macam-macam. Selalu ingat: high return high risk. Kalo dikasih high return tapi dijanjiin no risk, waspada itu penipuan ya!

Salam emas (halahhhh),
Acne Prone Wife

Sunday, January 20, 2013

Soal Pupur

Karena kemarin ngobrol soal pupur sama @litarasmi di Twitter, jadi kepikiran nulis post ini, yaitu tentang pelembab, sunscreen, dan powder.

Post ini bakal basic banget ya, saya yakin para remaja sekalian ada yang sudah pake segala macam serum dan cream yang dahsyat plus makeup gyaru dan Korea-korea yang imut (tapi somewhat bikin ngeri) itu.

Berdasarkan fakta bahwa UVA dan UVB yang tiap hari dengan setia dikirimkan matahari kepada kita menyebabkan premature skin aging (cek di sini dan google deh soal). Premature skin aging ini meliputi flek, keriput, kulit kendor, dll. Coba cek deh di wajah tante-tante yang sudah agak berumur, fleknya pasti di tulang pipi kan? Itu karena tulang pipi adalah bagian yang paling menonjol dan paling terpapar sinar matahari.

Well, di US sih orang-orang concern dengan pake sunscreen untuk melindungi kulit dari UVA dan UVB karena mereka takut kena kanker. Tapi kita di Asia Tenggara yang kulitnya ga putih-putih amat mungkin ngga perlu setakut para bule, karena kulit gelap yang punya konsentrasi tinggi melanin lebih melindungi kita dari paparan UVA dan UVB.

Jadi sudah tahu pentingnya sunscreen kan? Ayo dipake! Eh belum punya? Oke deh, ini saya rekomendasikan beberapa sunscreen yang gampang ditemui di pasaran (supermarket atau drugstore).

1. Skin Aqua
Their Facebook: https://www.facebook.com/SkinAqua
Brand Jepang ini belum lama masuk ke Indonesia tapi sudah banyak yang heboh bilang bagus. Harganya ga mahal yaitu di bawah 50rb, tapi isinya agak sedikit sih, hanya 30ml. Si adek yaitu @fenny_leets sudah coba beli dan dia so far so puas. Teksturnya encer seperti sunscreen Jepang pada umumnya, dan mereka punya 4 varian. Cari yang sesuai kulit ya.
  • Skin Aqua UV Moisture Gel: perlindungan sinar matahari untuk kulit normal – berminyak
  • Skin Aqua UV Mild Milk : perlindungan sinar matahari untuk kulit kering – sensitif
  • Skin Aqua UV Whitening Milk : perlindungan sinar matahari sekaligus mencerahkan warna kulit 
  • Skin Aqua UV Moisture Milk : memberikan perlindungan sinar matahari lebih lama karena memiliki SPF 50 dan PA+++

2. Parasol

Nah, sunscreen yang satu ini mudah ditemukan di mana-mana apotik. Banyak review yang menyarankan sunscreen ini sebagai sunscreen yang murmer tapi mantap. Kalo tidak salah pilihannya ada SPF 15 dan SPF 33, dan ada dalam bentuk cream dan gel. Nanti saya survey ke apotik dulu, sekalian foto-foto.

foto menyusul

Sekarang baru kepikiran dua sunscreen ini sih. Nanti kalo ada sunscreen-sunscreen murmer bagus dan mudah didapat akan saya ulas lagi di blog ini. Btw, banyak juga yang suka dengan sunscreen dari merk-merk Korea (seperti Etude, The Face Shop, dll). Saya sendiri tidak demen. Selain harganya tidak murah, saya tidak pernah puas sama produk Korea. Overhyped banget.

Pertanyaan Selanjutnya: Pelembab?

Karena saya menyarankan pake pelembab terlebih dahulu sebelum sunscreen, @litarasmi menanyakan apa ada 1 produk yang sudah mengandung pelembab+sunscreen? Supaya ga ribet gitu.

Berdasarkan saran @gossmakeupartis (go check his videos out, he's a hunk) yang karena kulitnya berminyak maka skip pelembab dan langsung pake sunscreen di pagi hari, kalo kulit kita berminyak sepertinya sah-sah saja skip pelembab. Saya sendiri juga melakukan ini. Tapi terkadang jika setelah cuci muka kulit terasa kering, saya pake pelembab andalan saya yang super ringan (teksturnya mirip air):

foto menyusul

Ini punya saya yang masih beli di luar, yang di Indonesia kayanya ga ada botol besar gini. Adanya kemasan kecil di supermarket-supermarket pada umumnya.


Pake 2 tetes aja, tepuk-tepuk ke wajah, dan kandungan Super Hyaluronic Acid akan memberi kelembaban maksimal buat wajah. Produknya si Hada Labo ini banyak sih macam-macam, tapi saya cuma minat yang ini. Idih saya kok jadi promosi Hada Labo begini ya.


Dulu harus heboh nitip temen yang ke Singapore atau Malaysia untuk beliin di Watson, atau beli online lalu deg-degan nunggu barangnya datang kapan dan kena pajak berapa. Tapi kini Hada Labo sudah ada di Indonesia. Cihui! Cek ini: https://www.facebook.com/HadaLaboID. Bahan bakunya tetap impor dari Jepang, tapi pembuatannya di pabrik Rohto di Indonesia.

Tentu saja merk pelembab yang disukai masing-masing orang akan berbeda-beda. Sering kita coba-coba pelembab baru tapi tidak cocok dan wajah berakhir jerawatan atau  beruntusan. Maka bersoraklah hore haleluya wahai para wanita yang sudah menemukan pelembab yang cocok. Hore! Haleluya!

Saya belum terpikir pelembab+sunscreen dalam 1 produk apa yang baik. Nanti kalo ada informasi baru, akan saya post di lain waktu.

Pertanyaan Setelah Selanjutnya: Pupur.

Jadi ya, memakai sunscreen itu ada efek bersinarnya: Muka jadi bersinar karena kelihatan berminyak seperti lupa mandi pagi. Mau menjaga kecantikan kok malah jadi ga cantik! Tapi jangan khawatir. Kita mengatasinya dengan pupur! (Pupur ini bahasa mana sih ya).

Kalo kita tidak ribet ingin menutupi segala macam noda di wajah, kita tidak memerlukan heavy coverage foundation (liquid ataupun compact powder) sebenarnya. Pupur diperlukan untuk menjaga wajah tetap terlihat fresh seperti baru mandi. Akuilah, muka berminyak itu terlihat kucel dan tidak segar.

Yang paling aman dan tidak menyumbat pori adalah loose powder. Kalo tidak salah karena compact powder itu mengandung suatu bahan yang merekatkan butir-butir bedak tersebut supaya compact, dan bahan itu bisa menyumbat pori. Saya malas google untuk mencari fakta mengenai hal ini. Kalo salah mohon kasih tahu ya.

Loose powder yang murmer dan saya recommend karena banyak sekali review yang baik: Loose Powder Marcks dari Kimia Farma! Ha! Iya! Loose powder jadul bulat besar warna kuning itu! Banyak review bagus untuk bedak satu ini, dan bahkan dokter-dokter kulit sering merekomendasikan pake ini karena sangat ringan dan ga menganggu kesehatan kulit.

www.kimiafarma.co.id


Marcks Loose Powder punya 3 warna: putih, creme, dan rose. Saya tidak tahu warna putih tepung itu untuk wajahnya siapa. Saya juga tidak mengerti kenapa ada bedak warna merah muda (yang rose). Muka siapa sih di Indonesia raya ini yang cocok pake merah muda? Jadinya belang deh sama leher. Pilihlah yang koneng (warna creme), wahai saudara setanah air.


Tips: Pake loose powder dengan makeup brush jauh lebih mudah daripada pake sponge, dan hasilnya bagus, ga akan terlalu tebal. Tapi ambil loose powdernya dikit aja ya. Brush kesukaan saya untuk powder: ELF Powder Brush. Bisa ditemukan di online shops dengan harga sekitar 50rb-80rb. Kalo mau beli sendiri di US cuma $3 tapi ya sumonggo ribet bayar shippingnya--malah jadi lebih mahal.

Gambar dari websitenya.
Bisa juga cari yang modelnya mirip di Strawberry atau di tempat-tempat yang jual beginian.


Masih Ada Yang Penting!

Saya sering dengar banyak yang tidak suka sunscreen karena berat berminyak dan menyebabkan jerawat. Dulu sewaktu kuliah pun saya memakai sunscreen dan jadi berjerawat, lalu sempat tidak suka sunscreen. Tapi sebenarnya berjerawat itu karena kita tidak tuntas dalam membersihkan wajah di sore hari sepulang beraktivitas. Gunakan selalu: double cleansing! Pertama tanpa air, bersihkan wajah dengan cleansing milk atau cleansing oil. Berguna banget buat mengangkat kotoran dan sisa-sisa segala macam sunscreen dan powder. Kedua, cuci muka dengan sabun yang cocok.

Baik cleansing milk ataupun sabun wajah mudah ditemukan di supermarket. Pilihan ada segambreng, tinggal cari-cari review, temukan yang cocok, lalu coba :)


Aih ribet ya jadi wanita. @litarasmi ceritanya cuma mau pupuran, jadinya harus cari pelembab (optional), sunscreen, cleansing milk. Tapi demikianlah wanita! Ribet banget demi wajah masa depan yang gilang-gemilang minim flek dan kerutan. Ini investasi jangka panjang, teman!

Thursday, January 17, 2013

Giveaway from Si Cantik Tanpa Bangkrut


Hello lovelies!

(Gayanya manggil lovelies kalo udah post soal cantik-cantikan haha)

There is a beauty giveaway from Si Cantik Tanpa Bangkrut because her blog is having its second anniversary :party: (I don't even know my blog's birth date haha). Go check it out: http://cantiktanpabangkrut.blogspot.com/2013/01/second-anniversary-giveaway-be-my-vip.html

I have been following her blog since I don't know when, and I like it because she shares how to be pretty on a budget. Fits my wallet, doesn't it? :D Maybe the thing that intrigue me to frequently check Mak Mada's blog is because I like to see her daring outfit and sexy makeup. Check her bold red lips here. I wish one day I had the courage to sport red lips like hers. Another thing is her straightforward, honest review, which all of us need from a beauty blog: honest reviews.

If there is anything to be improved in her blog, please put more pictures, and bigger pictures. I met Mak Mada in an online forum, so I never met her in person. If you ever come to Surabaya, let's meet up!

As for the giveaway, I'd be super happy to try Vichy Eau Thermale and compare it with my Evian Thermal Spray Water (which I don't find very useful)



This. I want.

Go visit her blog: http://cantiktanpabangkrut.blogspot.com/ (what a catchy name)
And go follow her twitter: @MadaFoe 

On Organizing Money

A reminder for myself, which might be helpful for you as well, from @PritaGhozie's twitter today:

Sebaiknya sebuah rumah tangga yang ingin punya pengelolaan keuangan yang baik harus membagi dana menjadi 5 pos berbeda.

  1. Giving: rekening ini isinya untuk menampung zakat penghasilan dan zakat harta yang sudah terkena mishabnya. (Or in my case: tithing).
  2. Living: ini isinya untuk bayar tagihan listrik, beli makanan, bayar uang sekolah anak, dan lainnya.
  3. Emergency Fund: ini isinya untuk dana darurat yang bisa diambil sewaktu-waktu saat dibutuhkan. 
  4. Saving: pakai rekening ini untuk melakukanp roses menabung dan investasi bulanan.
  5. Playing: rekening ini bisa dipisahkan untuk suami & istri, agar bebas melakukan pengeluaran pribadi yang disukai. Contohnya ke salon, belanja, dll.
They say that ideally these five posts need five different bank accounts. However you can always make mental bank accounts and keep tidy bookkeeping, right?

Have fun planning your financial life!