Monday, August 22, 2011

Menuju Suami

Today I feel like writing in Indonesian. So, here it is.

Akhirnya saya menyusul suami juga setelah enam bulan menjalani long-distance-marriage, setelah setahun lebih sebelumnya menjalani long-distance-pacaran.

Jujur, saya merasa seperti Siti Nurbaya yang dikawinkan melalui perjodohan (untungnya tanpa paksa). Semacam akan menemui orang baru yang cuma saya kenal lewat chatting. Tapi semoga ini bisa bikin banyak sparks seperti orang baru pacaran yang lagi hot-hotnya gitu ya.

Anyway, ini bukan kali pertama saya ke luar negeri, tapi jujur dodolnya mirip orang yang belum pernah naik pesawat. Sepertinya ini dikarenakan setiap kali bepergian saya tidak pernah sendiri. Dan itu membuat saya "seperti kerbau dicocok hidung," ngikut aja tanpa ngerti.

Dimulai dari kelebihan beban, membongkar koper di hadapan petugas demi mengeluarkan 3kg dan gawatnya lingerie macan (haummm) pemberian teman kok paling atas *plak*. Lalu salah jalan ke sana sini (ini sih biasa buat saya).

Yang agak memalukan sewaktu masuk pesawat, di tempat duduk paling depan ada cewek yang manissss sekali, saya sampai terpesona dan tidak memperhatikan nomer tempat duduk. Lagian nomer tempat duduk saya 26 jadi saya kira jauh di belakang. Eh sampai di tengah-tengah, flight attendant melihat tiket saya dan memberitahu nomer 26 itu tempatnya di paling depan.

Oops.

Untungnya sebelum saya berbuat lebih bodoh lagi dengan berusaha melawan arus jalan orang-orang dengan koper saya, si flight attendant menolong dengan menaikkan koper saya ke tempat di atas nomer... err... 42. Agak jauh ya.

Singkat cerita saya pun duduk di sebelah cewek yang manissss sekali tadi itu. Penerbangan saya pun indah. Marmut Merah Jambu tulisan Raditya Dika di tangan, cewek manissss di sebelah. Tapi sebagian besar waktu di pesawat saya ketiduran sih :|

Salam,
Acne Prone Wife
lagi bengong di hotel transit di Brunei
sebentar lagi mau foto-foto di pasar depan hotel


1 comment: