Pilih testpack yang mahal atau yang murah?

Post ini lanjutan dari post sebelumnya.

Karena hasil testpack pertama tidak jelas, besoknya saya ulangi lagi saat bangun pagi (testpack paling baik menggunakan pipis pertama setelah bangun tidur. Jangan tanya prosedurnya. Messy!). Dan hasilnya: tetap tidak jelas!

Hasil testpack pagi-pagi buta tanggal 4 Mei 2014 dan 5 Mei 2014
For your information, testpack yang saya gunakan adalah merk OneMed, yang terkenal sebagai testpack paling murah seantero dunia Surabaya. Si dedek dokter yang menyarankan beli ini karena katanya dokter-dokter kalo ngetes juga pakenya si murah meriah OneMed ini. Psstt, harganya sekitar 2,000 rupiah aja per strip!

Tapi 'kan kita sering dengar kalo barang terlalu murah kualitasnya kurang bagus, jadi eike penasaran juga pengen coba testpack yang lebih mahal. Mungkin hasilnya lebih jelas. Lalu si mamah menyarankan tes langsung aja di lab, kalo positif, sore langsung ke obgyn biar bisa dikasih vitamin dan kawan-kawannya.

Maka berangkatlah saya pagi-pagi sebelum ngantor ke laboratium Parahita. Tesnya cukup mahal, kalo ngga salah ingat sekitar 70,000 rupiah. Saya sudah membayangkan tesnya canggih dan begini begitu, tapi ternyata sore harinya saat saya mengambil hasil:

JEJENNGG... Rupanya 70rb rupiah itu pipis saya cuman ditetesin ke testpack juga.
Dan hasilnya juga sama aja: satu garis tegas dan satu garis samar!

Dang! I should've listened to the doctor in the family! A waste of money? Engga lah... Apa sih yang engga buat baby? (Waduh, bentar lagi spamming promosi produk bayi dan tawaran segala macam asuransi sampai sandal berlabel pendidikan bisa membanjir).

Tapi sebenarnya bagaimana cara kerja testpack? Mengapa ada yang mahal dan ada yang murah? Ada yang sepertinya akurat ada yang tidak?

Testpack mengukur kadar hormon hCG, yang hanya muncul di orang yang sedang hamil. Hormon ini ada di sekitar 12 minggu pertama kehamilan, lalu menghilang, digantikan hormon-hormon lainnya. hCG paling berlimpah di sekitar usia kehamilan 8-10 minggu. Itu sebabnya biasanya harus tunggu telat menstruasi 1-2 minggu dulu baru testpack bisa terlihat positif. 

Nah, testpack yang mahal punya klaim mampu mendeteksi hormon hCG meskipun kadarnya masih sangat rendah. Itu sebabnya testpack mahal terasa lebih akurat karena baru saja telat (atau bahkan sebelum telat), hasil testpack sudah terbaca positif (jika memang hamil). Dan karena hormon hCG paling tinggi saat bangun pagi, testpack yang mahal juga punya klaim tes tidak harus dilakukan pagi-pagi. Ini bisa sangat berguna untuk para wanita yang jika bangun pagi mengalami disorientasi parah, yang bisa berakibat pipis tidak akurat masuk ke wadah. 

Jadi, pilih testpack mahal atau murah kalo lain kali saya hamil lagi? (Halah, kelahiran anak pertama juga belum!!) Kalo mau pake yang murah, ya harus tunggu sampai telat menstruasi dulu. Begitu. Harus sabar.

And, oh yeah, ternyata penderita PCOS seperti saya bisa berhasil mengandung! Mungkin berkat PCOS Diet yang saya jalankan. Mungkin berkat timbunan Glucophage/Metformin yang sudah saya minum setahun lebih. Mungkin juga Tuhan memang memutuskan demikian. Well, praise the Lord :)

Comments

Popular posts from this blog

Bakso B2 Jl. Polisi Istimewa Surabaya [Makan Ngemper Review]

Facial Review: Facial Ozon Herbal at Profira Aesthetic & Anti Aging Clinic