Monday, September 15, 2014

Roti dan Pasta Masih Enak!

Perhatian: Ini bukan post tentang review makanan. Ini masih post mengenai berusaha hamil :D

Yang masih mau baca silahkan lanjut:

Roti dan pasta masih enak! Itu yang saya teriakkan dalam hati ketika membaca-baca mengenai diet penderita PCOS. Lewat browsing, blogwalking, dan banyak forumwalking, saya menyadari banyak sekali pihak yang swear to diet and lifestyle untuk menstabilkan hormon-hormon yang menggila di penderita PCOS. Ada yang berhasil menjinakkan hormonnya dan berhasil hamil, tetapi ada pula yang tidak berhasil. Tapi hampir semua pihak mengingatkan pentingnya diet dan lifestyle, selain tetap mengkonsumsi obat yang disarankan dokter, terutama Metformin/Glucophage.

I wonder why the three doctors who I've consulted to never mentioned about this. Anyway...

Lifestyle
Karena penderita PCOS cenderung resisten terhadap insulin, maka dari itu cenderung overweight--meskipun bisa juga underweight, seperti saya--salah satu healthy lifestyle yang paling penting adalah berolahraga dengan teratur.

Selain itu tentu saja healthy lifestyle yang umum lainnya harus dipatuhi: istirahat cukup, minum banyak, tidak stres, dan lain-lain yang masuk akal.

PCOS Diet
Sekarang kita masuk ke bagian yang mengerikan: PCOS Diet.
  • Dairy free - berarti tidak boleh ada produk susu sama sekali (read why here)
  • Gluten free - berarti tidak boleh hampir semua macam roti, semua macam pasta, dan segala macam kue dll berbahan tepung-tepungan. This is hard!
  • Limit your carbohydrate - berarti ngga boleh banyak-banyak nasi
  • Processed food - berarti hindari apapun yang instan ataupun dalam kemasan
  • Limit your sugar, fat, and soy - yes, soya/kedelai juga menyebabkan ovulasi telat, jadi hindari segala macam kecap, tahu, dan tempe
Makan apa dong???

Meskipun tampaknya tidak masuk akal, tapi saya berhasil lumayan ketat melaksanakan PCOS Diet ini selama hampir 2 bulan. Kira-kira begini pola makan saya:
Breakfast: buah potong atau jus, atau jus sayur (saya beli produk jus sayur merk K-Link dan juga Melilea. Dipikir-pikir mahal sekali sih produk ini. Kalo rajin, bisa jus sayur sendiri.)
Lunch: di kantor disediakan lunch yang hampir selalu berisi nasi, sayur, dan lauk. Dulu sayur tidak pernah saya sentuh dan nasi selalu habis. Tapi selama menjalani diet ini, nasi saya kurangi setengah, dan karena masih lapar, sayurnya selalu saya habiskan. Yay!
Dinner: makanan sehat catering di si mamah ^__^
Pokoknya serasa jadi kelinci deh
Saya mulai diet ini sekitar awal Maret 2014. Tanggal 26 Maret 2014 saya periksa ke ob/gyn dan sel-sel telur saya masih kecil, hormon saya masih tidak balance, dan kista masih ada. Dokter menyarankan bayi tabung. Karena biayanya yang mencapai 50 juta atau bahkan lebih, suami dan saya minta waktu untuk berpikir. Dokter menyarankan bulan depan saat menstruasi saya USG lagi untuk periksa.

Dengan siklus sekitar 5 minggu, akhir April 2014 adalah jadwal menstruasi saya. Saya menunggu-nunggu dia datang supaya bisa bikin jadwal ke ob/gyn. Tetapi dia tidak kunjung datang. Sebetulnya saya bosan test pack, karena terlalu sering hasilnya negatif, tetapi saat itu saya penasaran juga.

Tanggal 4 Mei saya pun test pack sendiri di rumah:


Kata petunjuknya, 2 garis artinya positif, 1 garis artinya negatif. Lah kalo 1 garis jelas dan 1 garis super samar, apa artinya?

Wait for my next post!


2 comments:

  1. ckckckckckckckkk, suami e suru makan sayur ternyata dia d kantor g makan sayur

    ReplyDelete